Sleman Sembada

Menuju Sleman Sembada

Sleman

Data Wilayah Sleman

a. Letak Geografis
Kabupaten Tk II Sleman pada posisi 734,52 O LU – 747,05 O LS dan 107 15 O 03 OO BB – 110 28 O 30 OO BT.

b. Batas Daerah

1) Sebelah Utara : Karesidenan Kedu dan Kab. Boyolali

2) Sebelah Timur : Kab. Klaten

3) Sebelah Tenggara : Kab. Gunung Kidul

4) Sebelah Selatan : Kodya Yogyakarta dan Kab. Bantul

5) Sebelah Barat : Kab. Kulon Progo

c. Luas Daerah

Luas 574.82 Km2 atau 18,043 % dari luas Propinsi DIY yang terdiri dari 3 wilayah Pembantu Bupati, 17 Kecamatan, 86 Desa, 12

2 Dusun, 2881 RW dan 6992 RT.

  • luas bagian Tiap daerah Kecamat an :1) Kecamatan Moyudan : 27,62 Km22) Kecamatan Minggir : 27,27 Km23) Kecamatan Sayegan : 26,63 Km24) Kecamatan Godean : 26,84 Km2

    5) Kecamatan Gamping : 29,25 Km2

    6) Kecamatan Mlati : 28,52 Km2

    7) Kecamatan Depok : 35,35 Km2

    8  ) Kecamatan Berbah : 22,99 Km2

    9) Kecamatan Prambanan : 41,35 Km2

    10) Kecamatan Kalasan : 15,84 Km2

    11) Kecamatan Ngemplak : 35,71 Km2

    12) Kecamatan Ngaglik : 38,32 Km2

    13) Kecamatan Sleman : 38,32 Km2

    14) Kecamatan Tempel : 32,49 Km

    2

    15) Kecamatan Turi : 43,89 Km2

    16) Kecamatan Pakem : 43,84 Km2

    17) Kecamatan Cangkringan : 47,99 Km2

  • Luas Jenis Lingkungan :
    1) Daerah Perkebunan : – Km2
    2) Daerah Pertanian : 30.803 Km2
    3) Daerah Perikanan : 2.297 Km2
    4) Daerah Kehutanan : 2.012 Km2
    5) Daerah Pertambangan : – Km2
    6) Daerah Persawahan : 262.39 Km2
    7) Daerah Tegalan : 60.41 Km2
    8  ) Daerah Pekarangan : 172.48 Km2

2. DEMOGRAFI SLEMAN

Jumlah penduduk Kab. Sleman terdapat 838.628 jiwa dengan luas wilayah 574,82 Km2

3. SUMBER DAYA ALAM
a. Hutan
1. Hutan Negara : Luas + 1.744,43 Ha
2. Hutan Rakyat : Luas + 3.360 Ha
3. Hutan Kota : Luas + 620 Ha

b. Mata Air
Terdapat 56 mata air, 21 mata air diantaranya debit musim penghujan lebih besar 10 liter per detik (L/Dt). Debit terbesar adalah mata air Umbul Wadon (170 L/Dt).

c. Tambang
Terdapat cadangan/potensi golongan C meliputi :
– Sirtu : 108.663.500 M
– Tanah Liat : 111.478.223 M
– Andesit : 555.272.300 M
– Pasir : 35.247.600 M
– Breksi : 214.835.000 M
– Gamping : 2.500 M

4. IDIOLOGI / POLITIK
Pada dasarnya masyarakat / penduduk kabupaten Sleman sebagian besar sudah menerima Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun ada sekelompok kecil masyarakat yang masih meragukan Pancasila, artinya belum menerima Pancasila sepenuhnya. Disamping itu juga sebagian masyarakat ada yang berfikiran sempit dengan dalih fanatisme agama mencoba melakukan kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila. Munculnya Parpol baru sebagai wujud dinamika politik sesuai dengan Reformasi Total serta adanya Pejabat Pemerintah yang melakukan KKN.

5. EKONOMI

1) Industri Besar & Kecil : 39 Buah
2) Proyek Vital & Perusahaan Asing : 42 buah
3) Pasar :41 Buah
4) Supermaket/ Dept Store : 65 Buah
5) Hotel : 112 Buah
6) Bank : 17 Buah
7) Showroom : 95 Buah
8  ) Bengkel : 156 Buah

6. SOSIAL BUDAYA

a. Fasilitas Umum

1) Rumah Sakit : 10 Buah

2) Puskesmas : 49 Buah

3) Dokter Umum :
– Negeri : 84
– Swasta: 391

4) Dokter Gigi
– Negeri : 39
– Swasta : 152

b. Tempat Ibadah

- Masjid : 1689
– Langgar : 939
– Mushola : 403

- Gereja : 65
– Kapel : 27
– KBT : 3
– Pura : 4
– Wihara : 3

c. Pendidikan

  1. PONPES : 123
  2. SD/ MI/ SLB
    – Negeri : 387
    – Swasta: 112
    – MI : 17
    – SLB : 23
  3. SMP/ MTS
    – Negeri : 63
    – Swasta : 55
  4. SMA/ MAN/ SMK
    – Negeri : 30
    – Swasta : 112
  5. PERG. TINGGI
    – Negeri : 6
    – Swasta : 38

7. SITUASI KAMTIBMAS

  • Kejahatan Konvensional :
    – Lapor = 1114
    – Selesai = 469
  • Kejahatan Transnasional :
    – Lapor = 57
    – Selesai = 50
  • Kejahatan Kekayaan Negara :
    – Lapor = 8
    – Selesai = 6
  • Kejahatan Implikasi Kontijensi :
    – Lapor = 153
    – Selesai = 153
  • Gangguan Kamtibmas :
    – Lapor = 78
    – Selesai = 78
  • Hasil Pekat :
    – Lapor = 202
    – Selesai = 195
VISI DAN MISI SLEMAN SEMBADA

A. DASAR FILOSOFIS
Penyusunan rencana pembangunan jangka menengah memerlukan
satu filosofi pembangunan yang memiliki cakrawala yang luas dan
mampu menjadi pedoman bagi daerah untuk menentukan visi, misi,
dan arah pembangunan.
Filosofi pembangunan daerah Sleman digali dari filosofi luhur nenek
moyang bangsa Indonesia, yaitu: ”Gemah ripah loh jinawi tata titi
tentrem karta raharja” dengan pengertian sebagai berikut:
Gemah ripah : perwujudan keadaan masyarakat yang tercukupi
kebutuhan lahir dan batin.
Loh jinawi : perwujudan keadaan lahan (tanah) berserta
tanam-tanaman yang ada di atasnya sangat
subur.
Tata titi tentrem : suatu kondisi masyarakat yang taat pada
aturan, disiplin, demokratis, bijak dalam
bertindak, aman, tentram, dan damai.
Karta raharja : tercapainya tingkat kemakmuran/kesejahteraan
di masyarakat yang berpedoman pada
keselamatan lahir dan batin.
Rangkuman : perwujudan suatu kondisi masyarakat yang
memiliki kemakmuran, kesejahteraan penuh rasa kedamaian, keamanan, dan
keteraturan.

Implementasi filosofis juga diwujudkan dalam slogan pembangunan
desa terpadu di Kabupaten Sleman, yakni “SLEMAN SEMBADA”.
Secara harfiah SEMBADA dapat dipahami sebagai suatu sikap dan
perilaku yang berwatak kesatria, bertanggungjawab, taat azas, setia
menepati janji, pantang menyerah, tabu berkeluh kesah, bulat tekad,
kukuh mempertahankan kebenaran menghindari dari perbuatan
tercela, mampu menangkal dan mengatasi segala masalah, tantangan
dan ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri,
rela berkorban, dan mengabdi bagi kepentingan dan kesejahteraan
bersama.

Sebagai slogan untuk upaya pembangunan, SEMBADA merupakan
singkatan yang dapat diuraikan atas arti masing-masing hurufnya
sebagai berikut:
S: Sehat
Yaitu kondisi masyarakat yang sehat jasmani, rohani, sosial, dan
lingkungan.
E: Elok dan Edi
Elok adalah aspek keindahan yang alami yang hanya diciptakan
oleh Pencipta Alam, misalnya pemandangan alam; sedang Edi
adalah aspek keindahan sebagai hasil rekayasa manusia,
misalnya pertamanan.

M: Makmur dan Merata
Yaitu kondisi masyarakat yang terpenuhi segala kebutuhan lahir
dan batin merata di seluruh wilayah, lapisan dan golongan
masyarakat.
B: Bersih dan Berbudaya
Yaitu kondisi lingkungan yang terbebas dari segala bentuk
pencemaran, kondisi masyarakat yang bersih lahir batin, bebas
dari cerca cela, tak berprasangka buruk, menjauhi berbagai
bentuk kecemburuan. Di samping itu juga berbudi luhur dan
memiliki sikap budaya bangsa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
A: Aman dan Adil
Yaitu kondisi masyarakat yang bebas dari rasa ketakutan dan
kekhawatiran, bebas dari gangguan dan rongrongan yang
mengancam keselamatan lahir dan batin karenja terjaminnya rasa
keadilan dalam tata kehidupan.
D: Damai dan Dinamis
Yaitu kondisi masyarakat yang jauh dari pertikaian dan silang
sengketa, mantap dalam menciptakan berbagai bentuk
kerukunan, semua permasalahan diselesaikan dengan
musyawarah, namun tetap menggalakkan dinamika masyarakat
secara individu maupun kelompok merangsang aktivitas yang
kreatif dan inovatif dalam memperlancar laju pembangunan.

A: Agamis
Yaitu kondisi masyarakat yang mengutamakan nilai-nilai agama
sebagai landasan semua akal pikiran dan pertimbangan rasa
dalam melaksanakan kehendak demi terciptanya kondisi
masyarakat yang sehat, makmur yang merata, berbudaya, aman
dan adil, damai dan dinamis, serta kondisi alam yang bersih, elok
dan edi.

SEMBADA, berfungsi sebagai wahana untuk mencapai kondisi
SLeMan yang Sejahtera, Lestari, dan Mandiri.
Sejahtera dimaksudkan sebagai suatu kondisi wilayah dan masyarakat
yang terpenuhi kebutuhan lahiriah, batiniah, dunia dan akherat.
Lestari dimaksudkan tumbuh berkembang terus menerus,
berkelanjutan dan berkesinambungan, mampu mengikuti perubahan
keadaan sesuai dengan perkembangan.
Mandiri dimaksudkan berdiri di atas kemampuan sendiri, bebas dari
sifat ketergantungan, tetapi tetap memiliki keterikatan dengan
lingkungan.

Dengan demikian, secara keseluruhan SEMBADA berfungsi sebagai
wahana untuk mewujudkan kondisi wilayah dan masyarakat yang
terpenuhi kebutuhan lahiriah, batiniah, dunia dan akherat, tumbuh
berkembang terus menerus, berkelanjutan dan berkesinambungan,
mampu mengikuti perubahan keadaan sesuai dengan perkembangan,
berdiri di atas kemampuan sendiri, bebas dari sifat ketergantungan,
tetapi tetap memiliki keterikatan dengan lingkungan.

VISI
“TERWUJUDNYA MASYARAKAT SLEMAN
YANG LEBIH SEJAHTERA LAHIR DAN BATIN ”.

Penjelasan Visi:
Perwujudan keadaan masyarakat yang maju dan tercukupi
kebutuhan lahiriah dan batiniah yang ditandai dengan meningkatnya
kualitas hidup dan kehidupan masyarakatnya.
Visi ini dijabarkan lebih lanjut ke dalam misi yang akan menjadi
tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sleman yang
terdiri dari aparatur pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah, organisasi politik, organisasi sosial kemasyarakatan,
lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, lembaga
pendidikan, dunia usaha, dan tokoh masyarakat untuk mewujudkan
cita-cita masa depan.

MISI
1. Menjaga terselenggaranya tata pemerintahan yang baik.
2. Menjaga keberlanjutan kegiatan perekonomian masyarakat.
Visi dan Misi
3. Meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat.
Penjelasan masing-masing misi:

Misi kesatu
Misi ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam
terus menjaga cita-cita mulia yang memerlukan dukungan dari
seluruh komponen masyarakat dalam pelaksanaan
pemerintahan dan pembangunan yang mengedepankan
partisipasi, transparansi, responsibilitas, berorientasi pada
konsensus bersama, adil, efektif, efisien, akuntabel, dan
penegakan supremasi hukum sebagai sarana untuk menciptakan
keamanan dan ketertiban masyarakat serta kehidupan
bermasyarakat yang demokratis. Penegakan supremasi hukum
dilakukan untuk menjaga norma/kaidah hukum dalam
masyarakat serta mempertahankan nilai-nilai sosial dan rasa
keadilan masyarakat.
Misi ini menjiwai implementasi misi-misi yang lain.

Misi kedua
Misi ini merupakan upaya pencapaian tujuan pembangunan
Kabupaten Sleman dalam menciptakan kesejahteraan
masyarakat terutama kesejahteraan di bidang ekonomi yang
dicapai melalui pertumbuhan ekonomi yang stabil dan
berkelanjutan dengan mekanisme pasar yang berlandaskan
persaingan sehat serta memperhatikan nilai-nilai keadilan,
kepentingan sosial, dan berwawasan lingkungan.

Misi ketiga
Misi ini merupakan upaya Kabupaten Sleman dalam
membangun sumberdaya manusia yang sehat, cerdas,
produktif, kompetitif, dan berakhlak mulia sebagai kunci dari
keberhasilan pelaksanaan misi yang lainnya. Upaya tersebut
dilakukan melalui peningkatan akses, pemerataan, relevansi
mutu pelayanan dasar.

PRINSIP-PRINSIP DAN NILAI-NILAI (CORE VALUES)

Prinsip-prinsip dan nilai-nilai organisasi yang perlu dikembangkan
untuk mencapai visi dan misi daerah Kabupaten Sleman adalah
sebagai berikut:

1. Prinsip-prinsip
Demokrasi : Menjunjung tinggi kebebasan mengeluarkan
pendapat dalam kehidupan masyarakat.
Partisipasi : Setiap warga memiliki hak yang sama dalam
pembuatan keputusan, baik secara langsung
maupun melalui intermediasi institusi
legitimasi yang mewakili kepentingannya.

Transparansi : Transparansi dibangun atas dasar
kebebasan arus informasi. Proses-proses,
lembaga-lembaga, dan informasi secara
langsung dapat diterima oleh mereka yang
membutuhkan. Informasi harus dapat
dipahami dan dapat dimonitor.
Akuntabilitas : Para pembuat keputusan dalam pemerintahan,
sektor swasta, dan masyarakat
(civil society) bertanggungjawab kepada
publik dan para pemangku kepentingan
(stakeholders).
Desentralisasi : Penyerahan sebagian wewenang kabupaten
kepada pemerintah di bawahnya.

2. Nilai-nilai
Keadilan : Sikap dan tindakan seseorang yang
memperlakukan orang lain sesuai dengan
fungsi, peran dan tanggungjawabnya dan
memperhatikan hak dan kewajiban
masyarakat.
Profesional : Terampil, handal, dan bertanggungjawab
dalam menjalankan profesinya.
Integritas : Kepribadian yang dilandasi unsur kejujuran,
keberanian, kebijaksanaan, dan pertanggungjawaban
sehingga menimbulkan
kepercayaan dan rasa hormat.

Tanggungjawab
: Kesediaan menanggung sesuatu, yaitu bila
salah wajib memperbaikinya atau berani
dituntut atau diperkarakan.
Kemandirian : Sifat, watak, dan tindakan yang jelas dan
tidak bergantung pada pihak lain.
Disiplin : Sikap yang selalu taat kepada aturan, norma
dan prinsip-prinsip tertentu.
Kerjasama : Komitmen di antara anggota masyarakat/
organisasi untuk saling mendukung satu
sama lain, menghindari ego sektoral yang
mementingkan bagian organisasinya sendiri.
Kesetaraan : Semua bagian organisasi akan bekerja
sesuai dengan fungsi masing-masing
dengan tetap memperhatikan pencapaian
hasil akhir bagi organisasi secara
keseluruhan.
Kebersamaan dalam keragaman
: Sikap dan perilaku yang secara bersamasama
pada suatu ruang atau waktu yang
sama menunjukkan tingkah laku secara
spontan demi kepentingan dan tujuan
bersama.

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: